Kiper asal Spanyol, Kepa Arrizabalaga, kembali jadi sorotan jelang final Liga Champions karena memiliki catatan unik yang sulit dipercaya. Setiap kali duduk di bangku cadangan dalam partai final UEFA Champions League, tim yang dibelanya selalu keluar sebagai juara.
Rekor unik itu pertama kali terjadi saat Kepa masih membela Chelsea F.C. di final Liga Champions 2021. Saat itu, Kepa menjadi pelapis Édouard Mendy ketika Chelsea mengalahkan Manchester City F.C. dengan skor 1-0 di Porto dan meraih trofi Eropa.
Setelah itu, Kepa kembali mengalami situasi serupa ketika bergabung dengan Real Madrid CF. Meski lebih sering menjadi cadangan karena kalah bersaing dengan Andriy Lunin dan Thibaut Courtois, Real Madrid tetap berhasil menjuarai Liga Champions saat Kepa berada di bangku cadangan.
Kini, statistik unik tersebut kembali ramai dibahas jelang final Liga Champions 2026. Banyak penggemar sepak bola bercanda bahwa keberadaan Kepa di bench seolah menjadi “jimat keberuntungan” bagi timnya dalam laga final Eropa. Meski jarang bermain sebagai starter di pertandingan puncak, kiper berusia 31 tahun itu tetap dianggap bagian penting dari kedalaman skuad dan atmosfer ruang ganti.
Kepa sendiri beberapa kali mengatakan dirinya tetap profesional meski tidak selalu menjadi pilihan utama. Ia menilai sepak bola modern membutuhkan seluruh anggota skuad untuk tetap siap kapan pun dibutuhkan. Pengalamannya di berbagai klub besar Eropa juga membuatnya dihormati sebagai sosok senior yang berpengaruh di dalam tim.
Catatan unik ini memang lebih bersifat kebetulan statistik dibanding faktor teknis di lapangan. Namun di dunia sepak bola yang penuh cerita menarik dan superstisi, rekor Kepa tetap menjadi salah satu kisah paling unik dalam sejarah modern Liga Champions.








