Jakarta, 28 Mei 2026 – Seorang pria di kawasan Ciputat, Tangerang Selatan, mengalami luka bakar setelah api tiba-tiba menyambar tubuhnya saat hendak membakar sate pada momen Idul Adha. Peristiwa tersebut terjadi ketika korban mencoba menyalakan arang dengan cara menuangkan bensin agar api cepat menyala. Namun bukannya berhasil menyalakan bara dengan aman, api justru menyambar dengan cepat dan membakar sebagian tubuh korban. Insiden itu membuat suasana di sekitar lokasi mendadak panik karena kobaran api muncul cukup besar dalam waktu singkat. Warga sekitar segera memberikan pertolongan dan membantu memadamkan api yang mengenai tubuh korban.
Menurut keterangan warga, kejadian bermula saat korban sedang mempersiapkan proses pembakaran sate bersama keluarga dan tetangga setelah penyembelihan hewan kurban. Karena arang sulit menyala, korban kemudian menuangkan bensin langsung ke bara api yang masih aktif. Dalam hitungan detik, semburan api besar muncul dan langsung menyambar tangan serta bagian tubuh korban. Beberapa orang di sekitar lokasi sempat terkejut dan berusaha menjauh karena kobaran api muncul secara tiba-tiba. Beruntung, api berhasil dipadamkan sebelum merambat lebih luas ke area sekitar.
Korban kemudian segera mendapatkan pertolongan pertama sebelum dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk menjalani perawatan akibat luka bakar yang dialaminya. Warga sekitar menyebut korban masih dalam kondisi sadar meski mengalami rasa sakit cukup serius pada beberapa bagian tubuh. Insiden tersebut juga sempat menjadi perhatian warga sekitar karena terjadi di tengah suasana perayaan Idul Adha yang biasanya identik dengan kegiatan memasak bersama keluarga. Beberapa tetangga mengaku kejadian seperti ini sering terjadi akibat kurangnya kehati-hatian saat menggunakan bahan bakar untuk menyalakan api. Situasi tersebut menjadi pengingat pentingnya memperhatikan keselamatan saat memasak menggunakan arang dan api terbuka.
Penggunaan bensin untuk menyalakan arang memang sangat berbahaya karena bahan bakar tersebut mudah menguap dan memicu ledakan api secara mendadak. Banyak ahli keselamatan mengingatkan masyarakat agar menggunakan pemantik khusus atau bahan yang lebih aman saat menyalakan bara api untuk memasak. Pada momen Idul Adha, kasus kecelakaan kecil akibat aktivitas membakar sate atau memasak dengan arang cukup sering terjadi karena banyak orang melakukannya secara terburu-buru. Api yang muncul tiba-tiba dapat dengan mudah menyambar pakaian atau benda mudah terbakar di sekitar lokasi. Karena itu, masyarakat diimbau selalu menjaga jarak aman dan menghindari penggunaan bahan bakar berisiko tinggi saat memasak.
Peristiwa di Ciputat ini akhirnya menjadi perhatian warga sekaligus pelajaran penting mengenai keselamatan sederhana dalam aktivitas sehari-hari. Momen kebersamaan saat Idul Adha seharusnya tetap diiringi dengan kewaspadaan agar tidak berubah menjadi musibah yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Banyak warga berharap korban dapat segera pulih dan kembali beraktivitas seperti biasa setelah menjalani perawatan. Di tengah ramainya tradisi bakar sate saat Idul Adha, masyarakat kini kembali diingatkan untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan api dan bahan mudah terbakar. Keselamatan tetap menjadi hal utama agar suasana perayaan tetap berjalan aman dan nyaman bagi semua orang.





