Jakarta, 28 Agustus 2026 – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami pelaksanaan pengadaan asam format di Kementerian Pertanian (Kementan) saat Yudi Wahyudin menjabat sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).
Pendalaman tersebut dilakukan dalam pemeriksaan Yudi sebagai saksi pada 27 Agustus 2026. Pemeriksaan berkaitan dengan perkara dugaan korupsi pengadaan sarana fasilitas pengolahan karet di lingkungan Kementan untuk tahun anggaran 2021–2023.
Yudi Diperiksa Penyidik
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan Yudi hadir memenuhi panggilan penyidik. Dalam pemeriksaan itu, penyidik menggali pelaksanaan kegiatan pengadaan asam format ketika Yudi menjabat sebagai PPK.
Asam format merupakan salah satu bahan yang digunakan dalam proses pengolahan karet. Pengadaan komoditas tersebut menjadi bagian dari rangkaian perkara yang tengah diusut KPK.
BPKP Ikut Hitung Kerugian Negara
Selain memeriksa Yudi, auditor Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) turut melakukan pemeriksaan. Keterlibatan auditor tersebut berkaitan dengan penghitungan potensi kerugian keuangan negara dalam perkara.
Penghitungan kerugian negara menjadi salah satu bagian penting dalam proses penyidikan untuk mengetahui dampak keuangan yang ditimbulkan dari dugaan penyimpangan pengadaan.
Kasus Berawal dari Pengadaan Fasilitas Karet
KPK sebelumnya memulai penyidikan perkara dugaan korupsi pengadaan sarana fasilitas pengolahan karet di lingkungan Kementan pada 29 November 2024.
Dalam perkara tersebut, KPK menduga terdapat modus penggelembungan harga atau mark-up dalam proses pengadaan. Penyidik kemudian menetapkan tersangka dalam perkara tersebut, termasuk Yudi Wahyudin yang diumumkan sebagai tersangka pada Oktober 2025.
Yudi Berstatus Tersangka
Yudi merupakan aparatur sipil negara yang pernah menjabat sebagai PPK pada Kementan untuk periode 2021–2023. Meski berstatus tersangka, dalam pemeriksaan terbaru ia diperiksa sebagai saksi untuk mendalami sejumlah aspek perkara.
KPK masih mengumpulkan keterangan dan bukti untuk memperjelas rangkaian proses pengadaan serta pihak-pihak yang terlibat.
KPK Telusuri Kaitan dengan Perkara Lain
Selain dugaan korupsi pengadaan fasilitas pengolahan karet, KPK juga mendalami kemungkinan keterkaitan perkara tersebut dengan dugaan tindak pidana pencucian uang yang menjerat mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.
Pendalaman dilakukan untuk melihat apakah terdapat hubungan antara perkara pengadaan dengan aliran dana atau aset yang sedang ditelusuri penyidik.
Penyidikan Masih Berjalan
KPK masih melanjutkan penyidikan dengan memeriksa pihak-pihak yang dianggap mengetahui proses pengadaan. Keterangan dari Yudi diharapkan membantu penyidik mengurai pelaksanaan pengadaan asam format serta mekanisme pengadaan fasilitas pengolahan karet secara keseluruhan.
Penyidik juga terus berkoordinasi dengan auditor untuk memastikan nilai kerugian negara dapat dihitung secara tepat.
KPK mendalami pengadaan asam format di Kementan saat Yudi Wahyudin menjabat sebagai PPK. Yudi diperiksa pada 27 Agustus 2026, sementara auditor BPKP turut menghitung potensi kerugian negara dalam perkara dugaan korupsi pengadaan sarana fasilitas pengolahan karet Kementan tahun anggaran 2021–2023.






