Pandeglang, 13 Agustus 2026 – Seorang bocah berusia 10 tahun bernama Sendi mengalami serangan buaya saat hendak mengambil bola yang terlempar ke Kali Muara Sumur, Kampung Popongo, Desa Sumberjaya, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang. Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu, 12 Agustus 2026, sekitar pukul 16.00 WIB ketika korban bersama 11 temannya sedang bermain bola di pinggir sungai. Saat bola masuk ke kawasan muara, korban kemudian turun ke air untuk mengambilnya. Tidak lama setelah berada di dalam sungai, seekor buaya tiba-tiba menyerang korban hingga membuatnya berteriak meminta pertolongan. Teman-teman korban yang melihat kejadian tersebut langsung berusaha memberikan pertolongan meski harus berhadapan dengan buaya yang masih berada di sekitar korban.
Korban yang saat itu berada di dalam air berusaha menyelamatkan diri setelah diterkam oleh buaya. Teriakan minta tolong membuat 11 temannya segera bergerak menuju lokasi kejadian untuk membantu. Mereka tidak memiliki perlengkapan khusus untuk menghadapi buaya sehingga menggunakan benda-benda yang tersedia di sekitar sungai. Kayu dan bambu digunakan untuk memukul serta menghalau buaya agar menjauh dari korban. Upaya tersebut akhirnya berhasil membuat korban terlepas dan dapat dibawa keluar dari sungai dalam kondisi selamat.
Serangan terjadi ketika korban berusaha mengambil bola yang sebelumnya digunakan untuk bermain bersama teman-temannya. Bola tersebut diketahui terlempar ke arah muara sehingga korban memilih turun ke air untuk mengambilnya. Situasi yang semula merupakan aktivitas bermain anak-anak berubah menjadi kejadian berbahaya dalam waktu singkat. Keberadaan buaya di kawasan perairan tersebut membuat aktivitas warga di sekitar sungai perlu dilakukan dengan kewaspadaan lebih tinggi. Peristiwa ini juga memperlihatkan risiko yang dapat muncul ketika anak-anak bermain atau melakukan aktivitas di sekitar sungai tanpa mengetahui kondisi satwa liar yang berada di dalamnya.
Akibat serangan tersebut, Sendi mengalami luka pada bagian bahu kanan. Luka tersebut disebut berupa goresan akibat cakaran buaya ketika menyerang korban. Setelah berhasil diselamatkan oleh teman-temannya, korban kemudian mendapatkan penanganan medis untuk memastikan luka tidak menimbulkan komplikasi. Kondisi korban menjadi perhatian karena luka akibat kontak dengan satwa liar tetap membutuhkan penanganan yang tepat. Selain menangani luka fisik, pemantauan terhadap kondisi korban juga diperlukan setelah mengalami kejadian yang dapat menimbulkan trauma.
Keberanian 11 teman korban dalam memberikan pertolongan menjadi faktor penting yang membuat Sendi dapat segera terlepas dari serangan. Mereka secara bersama-sama menggunakan kayu dan bambu untuk menghalau buaya dari korban. Tindakan tersebut dilakukan secara spontan setelah mendengar teriakan korban. Meski demikian, kejadian ini juga menunjukkan besarnya risiko ketika seseorang berusaha menghadapi satwa liar dari jarak dekat. Dalam situasi serupa, keselamatan penolong juga perlu menjadi perhatian agar upaya penyelamatan tidak justru menambah jumlah korban.
Kawasan sungai dan muara yang menjadi habitat satwa liar membutuhkan perhatian khusus, terutama ketika berada tidak jauh dari aktivitas masyarakat. Anak-anak yang bermain di sekitar sungai sering kali tidak memahami risiko yang dapat muncul ketika memasuki air. Kondisi air yang keruh juga dapat membuat keberadaan buaya sulit terlihat sebelum melakukan serangan. Karena itu, pengawasan terhadap kawasan yang berpotensi menjadi habitat buaya menjadi penting untuk mengurangi kemungkinan terjadinya konflik antara manusia dan satwa. Masyarakat juga perlu memperoleh informasi mengenai area yang dianggap rawan agar dapat menghindari aktivitas di lokasi tersebut.
Peristiwa di Kali Muara Sumur kembali menjadi pengingat mengenai pentingnya kewaspadaan ketika beraktivitas di sungai, terutama pada kawasan yang diketahui memiliki potensi keberadaan buaya. Orang tua dan masyarakat sekitar perlu memberikan pemahaman kepada anak-anak agar tidak turun ke sungai tanpa pengawasan. Aktivitas mengambil benda yang hanyut atau terlempar ke dalam air sebaiknya tidak dilakukan apabila kondisi sungai tidak diketahui dengan pasti. Apabila ditemukan tanda-tanda keberadaan buaya, warga juga perlu menjaga jarak dan melaporkan kondisi tersebut kepada pihak yang berwenang. Upaya pencegahan menjadi sangat penting karena serangan satwa liar dapat terjadi secara tiba-tiba.
Serangan buaya terhadap Sendi berakhir dengan korban berhasil diselamatkan berkat pertolongan 11 temannya. Meski mengalami luka gores pada bahu kanan, korban dapat memperoleh perawatan setelah dievakuasi dari lokasi kejadian. Insiden tersebut menjadi perhatian bagi masyarakat di sekitar Kampung Popongo dan kawasan Muara Sumur agar lebih berhati-hati ketika beraktivitas di sungai. Keberadaan satwa liar di perairan harus menjadi pertimbangan sebelum masyarakat memasuki sungai, terlebih bagi anak-anak. Peristiwa ini diharapkan menjadi pelajaran agar kejadian serupa tidak kembali terjadi dan keselamatan warga di sekitar kawasan perairan dapat lebih terjaga.







