Jakarta, 20 September 2026 – Roberto Mancini langsung melakukan penyegaran besar dalam periode keduanya sebagai pelatih Timnas Italia dengan memanggil 34 pemain untuk menghadapi rangkaian pertandingan UEFA Nations League. Dari daftar tersebut, sembilan pemain mendapatkan panggilan pertama mereka ke tim senior Gli Azzurri. Mancini juga mengembalikan sejumlah pemain yang cukup lama tidak memperkuat tim nasional, sementara beberapa nama berpengalaman justru tidak masuk daftar. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya Italia membangun kembali kekuatan setelah gagal lolos ke Piala Dunia 2026. Italia akan menjalani empat pertandingan Nations League dalam rentang hanya 11 hari sehingga Mancini memilih membawa skuad dalam jumlah besar. Gli Azzurri akan memulai rangkaian tersebut dengan menghadapi Belgia di Stadion Olimpico, Roma, pada 25 September 2026.
Sembilan pemain yang memperoleh panggilan perdana adalah Massimo Pessina, Daniele Ghilardi, Michael Kayode, Eddy Kouadio, Issa Doumbia, Alessandro Romano, Sebastiano Esposito, Antonio Vergara, dan Mohamed Alì Zoma. Kehadiran mereka memperlihatkan keinginan Mancini memperluas pilihan sekaligus memberikan kesempatan kepada pemain yang berkembang bersama klub masing-masing. Michael Kayode menjadi salah satu nama menarik setelah tampil bersama Brentford, sedangkan Issa Doumbia memperkuat Sporting CP. Mohamed Alì Zoma bahkan mendapatkan kesempatan dari klub divisi kedua Jerman, Nürnberg. Antonio Vergara dari Napoli dan Sebastiano Esposito yang bermain untuk Sassuolo menambah alternatif di lini serang. Massimo Pessina juga masuk dalam persaingan penjaga gawang bersama tiga pemain yang lebih berpengalaman.
Selain sembilan debutan tersebut, Mancini mempertahankan sejumlah pemain muda yang sebelumnya sudah mulai masuk lingkungan tim nasional. Honest Ahanor dari Crystal Palace dan Samuele Inacio dari Borussia Dortmund kembali memperoleh kesempatan setelah sempat dipanggil pada pertandingan persahabatan Juni lalu. Komposisi ini membuat skuad Italia memiliki kombinasi antara pemain berpengalaman dan generasi baru. Di sektor pertahanan, Alessandro Bastoni, Riccardo Calafiori, Giovanni Di Lorenzo, Federico Dimarco, Gianluca Mancini, dan Giorgio Scalvini masih menjadi bagian penting. Sementara lini tengah tetap diperkuat Nicolò Barella, Bryan Cristante, Davide Frattesi, Nicolò Fagioli, dan Sandro Tonali. Mancini tampaknya ingin mempertahankan kerangka pemain berpengalaman sambil menguji opsi baru untuk jangka panjang.
Kejutan tidak hanya muncul dari banyaknya wajah baru, tetapi juga dari sejumlah pemain yang kembali setelah lama tidak dipanggil. Nicolò Fagioli dan Nicolò Zaniolo kembali masuk setelah terakhir memperkuat Italia pada Oktober 2024. Rolando Mandragora bahkan kembali mendapatkan kesempatan setelah terakhir kali menerima panggilan pada Maret 2021. Kembalinya ketiga pemain tersebut memberikan variasi tambahan bagi Mancini dalam menyusun lini tengah dan serangan. Mereka harus bersaing dengan pemain yang dalam beberapa tahun terakhir lebih rutin menjadi bagian dari Gli Azzurri. Dengan empat pertandingan dalam waktu singkat, kedalaman skuad menjadi faktor penting karena rotasi hampir pasti dibutuhkan.
Di sisi lain, tidak dipanggilnya Mateo Retegui menjadi salah satu keputusan yang paling menarik perhatian. Retegui merupakan pemain yang menjalani debut bersama Italia pada periode pertama Mancini pada Maret 2023. Sejak saat itu, penyerang kelahiran Argentina tersebut mencatatkan 11 gol dan lima assist dalam 28 penampilan bersama Gli Azzurri. Namun, kepindahannya ke Al-Qadsiah dan munculnya sejumlah alternatif baru di lini depan membuat namanya kali ini tidak masuk pilihan. Mancini memilih sejumlah penyerang lain seperti Francesco Pio Esposito, Sebastiano Esposito, Moise Kean, Giacomo Raspadori, Gianluca Scamacca, Antonio Vergara, Nicolò Zaniolo, dan Mohamed Alì Zoma. Keputusan tersebut memperlihatkan ketatnya persaingan untuk mendapatkan tempat di lini depan Italia.
Beberapa pemain lain juga tidak masuk daftar, termasuk Mattia Zaccagni, Matteo Politano, Matteo Gabbia, dan Destiny Udogie. Sementara sejumlah nama seperti Manuel Locatelli, Marco Palestra, Federico Chiesa, Riccardo Orsolini, dan Alex Meret tidak tersedia karena masalah kebugaran atau cedera. Absennya sejumlah pemain memberikan ruang bagi Mancini untuk menguji kombinasi yang berbeda. Situasi ini sekaligus menjadi kesempatan bagi para debutan untuk memperlihatkan bahwa mereka dapat bersaing di level internasional. Mancini membawa banyak pemain karena jadwal Nations League kali ini sangat padat dan membutuhkan pengelolaan kondisi fisik secara cermat. Empat pertandingan dalam 11 hari membuat kemungkinan perubahan susunan pemain dari satu laga ke laga berikutnya cukup besar.
Italia dijadwalkan menghadapi Belgia pada 25 September sebelum bertandang melawan Turki tiga hari kemudian. Setelah itu, Gli Azzurri menghadapi Prancis di Saint-Denis pada 2 Oktober dan kembali bertemu Turki di Bologna pada 5 Oktober. Rangkaian pertandingan tersebut menjadi ujian pertama Mancini sejak kembali dipercaya menangani tim nasional pada akhir Juli 2026. Pelatih berusia 61 tahun itu mendapatkan kontrak hingga 2030 dan kembali dengan tugas membangun ulang Italia setelah kegagalan pada kualifikasi Piala Dunia. Jadwal padat Nations League sekaligus memberi kesempatan baginya untuk menguji banyak pemain dalam waktu relatif singkat. Hasil dari periode ini dapat menjadi dasar pembentukan kerangka skuad untuk agenda internasional berikutnya.
Mancini sebelumnya pernah membawa Italia menjuarai Euro 2020 sebelum meninggalkan posisi pelatih tim nasional pada 2023. Ia kemudian menangani Arab Saudi dan melanjutkan karier di level klub sebelum akhirnya kembali menerima pekerjaan bersama Gli Azzurri. Periode keduanya datang dalam situasi berbeda karena Italia membutuhkan regenerasi setelah kembali gagal tampil di Piala Dunia. Mancini sebelumnya mengakui keputusannya meninggalkan tim nasional pada 2023 merupakan kesalahan dan menyampaikan permintaan maaf setelah kembali ditunjuk. Kini ia menghadapi tantangan untuk mengembalikan kepercayaan diri sekaligus membangun kelompok pemain baru. Pemanggilan sembilan debutan menjadi indikasi awal bahwa perubahan tidak hanya akan dilakukan melalui pendekatan permainan, tetapi juga komposisi skuad.
Daftar 34 pemain tersebut akhirnya menjadi gambaran pertama mengenai arah Timnas Italia pada era kedua Roberto Mancini. Gianluigi Donnarumma, Alessandro Bastoni, Nicolò Barella, Federico Dimarco, Sandro Tonali, dan sejumlah pemain berpengalaman tetap dipertahankan sebagai bagian dari kerangka utama. Pada saat bersamaan, pemain muda dan debutan mendapatkan ruang lebih besar untuk bersaing mendapatkan posisi. Tidak dipanggilnya beberapa nama senior menunjukkan bahwa status maupun pengalaman tidak otomatis menjamin tempat di skuad. Mancini memiliki empat pertandingan Nations League untuk mulai menguji kombinasi baru dan menilai pemain yang dapat menjadi bagian dari proyek jangka panjangnya. Rangkaian laga melawan Belgia, Turki, dan Prancis akan menjadi ujian awal bagi wajah baru Gli Azzurri setelah perubahan besar yang dilakukan pada daftar pemain.






