Jakarta, 4 Mei 2026 – Kinerja sektor manufaktur Indonesia menunjukkan perlambatan setelah indeks Purchasing Managers’ Index (PMI) mengalami penurunan pada periode terbaru. Data dari S&P Global mengindikasikan bahwa aktivitas produksi dan permintaan mulai melemah dibandingkan bulan sebelumnya.
Penurunan PMI ini dipicu oleh berkurangnya pesanan baru, baik dari pasar domestik maupun ekspor. Pelaku industri melaporkan adanya penurunan permintaan yang berdampak langsung pada volume produksi, sehingga beberapa perusahaan terpaksa menyesuaikan kapasitas operasionalnya.
Selain itu, tekanan biaya produksi yang masih tinggi turut menjadi faktor yang membebani sektor manufaktur. Kenaikan harga bahan baku serta fluktuasi nilai tukar rupiah disebut ikut memengaruhi efisiensi dan margin keuntungan perusahaan.
Meski demikian, sejumlah pelaku industri tetap optimistis bahwa kondisi ini bersifat sementara. Pemerintah diharapkan dapat mendorong stimulus ekonomi serta memperluas pasar ekspor guna menjaga momentum pertumbuhan sektor manufaktur di tengah tantangan global yang masih dinamis.








