Jakarta, 11 September 2026 – Raphinha menikmati peran barunya sebagai penyerang tengah Barcelona pada awal musim 2026-2027 setelah pelatih Hansi Flick melakukan perubahan pada struktur lini depan tim. Pemain asal Brasil yang sebelumnya lebih dikenal beroperasi dari sisi sayap kini semakin sering ditempatkan sebagai pemain paling sentral dalam serangan. Perubahan tersebut memberikan kesempatan kepada Raphinha untuk lebih sering berada di area penyelesaian akhir dan memanfaatkan pergerakannya tanpa bola. Hasil awalnya sangat positif karena produktivitas gol sang pemain meningkat secara signifikan. Raphinha bahkan langsung menjadi salah satu pemain paling menentukan dalam keberhasilan Barcelona mencatat awal sempurna di kompetisi domestik. Fleksibilitasnya membuat Flick memiliki alternatif berbeda dibandingkan menggunakan penyerang nomor sembilan dengan karakter tradisional.
Perubahan posisi Raphinha tidak terlepas dari kepergian Robert Lewandowski yang membuat Barcelona harus menata ulang komposisi lini serang. Flick kemudian memilih pemain berusia 29 tahun tersebut sebagai salah satu solusi untuk mengisi ruang yang ditinggalkan Lewandowski. Raphinha sebenarnya bukan penyerang tengah murni karena sepanjang kariernya lebih banyak bermain sebagai winger kanan maupun kiri. Namun, kecepatan, kemampuan melakukan tekanan, pergerakan tanpa bola, serta kualitas penyelesaian akhirnya membuat pemain Brasil itu mempunyai karakter yang dapat digunakan sebagai penyerang tengah modern. Ia tidak harus terus berada di antara dua bek tengah lawan, melainkan diberi kebebasan bergerak mencari ruang. Pendekatan tersebut membuat pertahanan lawan lebih sulit menentukan pemain yang harus menjaga Raphinha ketika dirinya turun atau bergerak melebar.
Adaptasi Raphinha terlihat dari produktivitasnya pada empat pertandingan pertama La Liga musim ini. Ia mencetak enam gol dalam empat pertandingan tersebut dan selalu berhasil mencatatkan namanya di papan skor. Catatan tersebut membuatnya menjadi salah satu pemain dengan awal musim paling produktif dalam sejarah Barcelona pada era modern. Situs resmi FC Barcelona juga menyoroti keberhasilannya mencetak gol dalam seluruh pertandingan liga yang dimainkan Barcelona sejauh ini. Kemampuannya masuk ke ruang di belakang pertahanan menjadi semakin berbahaya karena Raphinha mempunyai kecepatan untuk mengejar umpan vertikal. Pada saat bersamaan, ia dapat bergerak keluar dari posisi tengah untuk menciptakan ruang bagi gelandang maupun pemain sayap yang melakukan penetrasi.
Raphinha memperlihatkan efektivitas tersebut ketika Barcelona menghadapi Rayo Vallecano pada awal September. Bermain sebagai penyerang sentral, ia mencetak dua gol dan membantu Barcelona meraih kemenangan 5-2. Dua gol itu sekaligus membuatnya mencapai lima gol pada tiga pertandingan pertama La Liga dan sempat menempatkannya sebagai pencetak gol terbanyak kompetisi. Raphinha juga mencetak gol dalam tiga pertandingan liga secara beruntun, sebuah pencapaian yang terakhir dilakukan pemain Barcelona oleh Lionel Messi pada 2020. Kontribusinya tidak terbatas pada penyelesaian akhir karena ia tetap aktif dalam proses membangun serangan dan melakukan tekanan terhadap lawan. Kemampuan tersebut membuat posisi penyerang tengah yang awalnya dipandang sebagai solusi sementara justru berkembang menjadi salah satu kekuatan baru Barcelona.
Performa Raphinha berlanjut ketika Barcelona menghadapi Valencia. Tim Catalan menang telak 5-0 dan mempertahankan catatan sempurna dalam empat pertandingan pertama La Liga. Raphinha kembali mencetak satu gol, sementara Lamine Yamal menyumbangkan dua gol dan Fermín López tampil menonjol dengan satu gol serta dua assist. Barcelona mendominasi pertandingan sejak awal dengan penguasaan permainan yang membuat Valencia kesulitan mengembangkan serangan. Flick menilai timnya mampu mengontrol pertandingan dan menciptakan ruang seperti yang diinginkannya. Pola permainan tersebut sangat cocok dengan karakter Raphinha karena ia tidak harus menunggu bola di dalam kotak penalti. Sang penyerang dapat bergerak dinamis sambil memberikan ruang bagi pemain lain untuk masuk dari lini kedua.
Ketajaman Raphinha kemudian berlanjut ke Liga Champions ketika Barcelona menghadapi Feyenoord pada 9 September. Barcelona meraih kemenangan 5-1 dalam pertandingan tersebut dan Raphinha menjadi salah satu pemain paling menonjol dengan mencetak dua gol. Tambahan tersebut membuatnya mengoleksi delapan gol hanya dalam lima pertandingan pada awal musim di seluruh kompetisi. Performa tersebut semakin memperkuat keputusan Flick menggunakan Raphinha sebagai pusat serangan meskipun Barcelona mempunyai pemain lain yang secara alami berposisi sebagai penyerang tengah. Gabriel Jesus bahkan turut mencetak gol dalam kemenangan atas Feyenoord, tetapi Raphinha tetap menjadi pilihan utama untuk memimpin lini depan. Persaingan tersebut memberikan Barcelona beberapa pilihan berbeda ketika menghadapi karakter pertahanan lawan yang tidak sama.
Keuntungan lain dari penggunaan Raphinha di tengah adalah fleksibilitas yang tercipta di sekitar Lamine Yamal dan pemain sayap lainnya. Raphinha mempunyai pengalaman panjang bermain dari sisi lapangan sehingga memahami kapan harus bergerak melebar dan kapan harus menyerang ruang di kotak penalti. Ketika ia meninggalkan area tengah, pemain lain dapat bergerak masuk untuk memanfaatkan ruang yang ditinggalkan. Pertukaran posisi tersebut membuat Barcelona tidak selalu mempunyai struktur lini depan yang statis. Para pemain dapat berganti posisi sepanjang pertandingan tanpa menghilangkan ancaman terhadap gawang lawan. Fermín López dan Pedri juga memperoleh kesempatan lebih besar memasuki ruang di belakang penyerang ketika perhatian bek tertuju kepada pergerakan Raphinha. Fleksibilitas semacam itu menjadi salah satu karakter yang terus dikembangkan Flick dalam permainan Barcelona.
Peran sebagai penyerang tengah juga tidak menghilangkan kontribusi Raphinha ketika Barcelona kehilangan bola. Salah satu kualitas yang sangat dihargai Flick adalah kemampuannya memulai tekanan dari lini paling depan. Kecepatan dan intensitas pemain Brasil tersebut membuatnya dapat mengejar bek lawan sekaligus menutup jalur umpan menuju gelandang. Barcelona menggunakan garis pertahanan tinggi sehingga tekanan dari pemain depan mempunyai peranan penting untuk mengurangi waktu lawan dalam menguasai bola. Jika tekanan pertama terlambat, lawan mempunyai kesempatan lebih besar mengirimkan bola ke belakang garis pertahanan. Raphinha memiliki stamina dan agresivitas yang membuatnya cocok menjalankan tugas tersebut. Faktor itu pula yang membuat Flick tetap mempercayainya meskipun Barcelona memiliki pilihan penyerang tengah dengan karakter berbeda.
Perkembangan tersebut berpotensi memberikan dampak pula terhadap peran Raphinha bersama tim nasional Brasil. Pelatih Carlo Ancelotti selama ini mempunyai sejumlah pilihan di lini depan, tetapi belum selalu menggunakan satu penyerang tengah yang menjadi pilihan mutlak. Raphinha sebelumnya pernah dimainkan secara sentral bersama Brasil, meskipun struktur permainannya berbeda dengan posisi yang sekarang dijalankannya di Barcelona. Kemampuannya berfungsi sebagai pemain sentral dalam formasi 4-3-3 memberikan alternatif baru karena Brasil mempunyai banyak pemain berkualitas di posisi sayap. Jika performanya terus bertahan, Raphinha dapat memberikan pilihan untuk memainkan dua winger sekaligus mempertahankan mobilitas tinggi di posisi nomor sembilan. Produktivitasnya bersama Barcelona membuat perkembangan tersebut semakin menarik untuk diperhatikan pada agenda tim nasional berikutnya.
Bagi Barcelona, perubahan posisi Raphinha sejauh ini memberikan hasil yang jauh lebih besar daripada sekadar menutup kekosongan setelah kepergian Lewandowski. Pemain Brasil tersebut telah berkembang menjadi sumber gol sekaligus pemimpin tekanan di lini depan dan tetap mampu membantu terciptanya ruang bagi rekan setim. Delapan gol dalam lima pertandingan di seluruh kompetisi menjadi gambaran betapa cepatnya ia menyesuaikan diri dengan tanggung jawab tersebut. Flick kini memiliki opsi untuk menggunakan Raphinha sebagai penyerang tengah dinamis atau mengembalikannya ke sisi lapangan ketika membutuhkan pendekatan berbeda. Barcelona juga tetap memiliki Gabriel Jesus dan pilihan lainnya sehingga variasi serangan semakin luas. Tantangan berikutnya adalah mempertahankan efektivitas tersebut ketika lawan mulai menyesuaikan strategi untuk membatasi ruang geraknya. Untuk sementara, peran baru sebagai penyerang tengah terlihat semakin cocok bagi Raphinha dan memberikan Barcelona solusi yang sebelumnya tidak banyak diperkirakan.





