Jakarta, 7 September 2026 – TNI Angkatan Udara menyalurkan bantuan alat kesehatan untuk mendukung petugas yang menangani kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Kalimantan. Bantuan yang dikirim meliputi alat pelindung diri (APD), masker, serta tabung oksigen yang dibutuhkan personel ketika bekerja di lingkungan dengan paparan asap dan kondisi lapangan yang berat. Pengiriman dilakukan menggunakan pesawat angkut C-130 Hercules dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, menuju Kalimantan. Bantuan tersebut dipersiapkan untuk memperkuat perlindungan personel sekaligus membantu masyarakat yang terdampak kondisi lingkungan akibat karhutla. TNI AU menempatkan dukungan logistik sebagai bagian penting dalam operasi penanggulangan kebakaran karena petugas dapat berada di lokasi pemadaman dalam waktu cukup lama. Kesiapan perlengkapan keselamatan diharapkan membuat proses penanganan dapat berlangsung lebih efektif tanpa mengabaikan kesehatan personel.
Alat kesehatan yang dikirim terdiri atas puluhan kemasan dalam kardus dan plastik yang kemudian dimuat ke dalam ruang kargo pesawat Hercules. TNI AU tidak merinci keseluruhan jumlah perlengkapan dalam pengiriman tersebut, tetapi memastikan distribusi dilakukan berdasarkan kebutuhan di lapangan. Penggunaan pesawat angkut memungkinkan bantuan dalam jumlah besar dipindahkan dengan cepat dari Jakarta menuju daerah terdampak. Setelah tiba di Kalimantan, logistik kemudian dipersiapkan untuk disalurkan kepada unsur yang terlibat dalam penanganan karhutla. Proses pengiriman membutuhkan koordinasi antara pangkalan udara asal, satuan penerima, serta tim yang berada di daerah kebakaran. Kecepatan distribusi menjadi penting karena kebutuhan perlindungan dapat meningkat seiring bertambahnya personel dan meluasnya operasi pemadaman.
Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana menyatakan pengiriman perlengkapan pelindung akan dilakukan secara berkala untuk mendukung petugas. Langkah tersebut menunjukkan bahwa dukungan tidak berhenti pada satu kali distribusi, tetapi dapat disesuaikan dengan perkembangan kebutuhan penanganan karhutla. Personel yang bekerja langsung di kawasan kebakaran membutuhkan perlengkapan yang memadai karena harus menghadapi asap, panas, debu, serta kondisi medan yang tidak selalu mudah dijangkau. APD dan masker menjadi bagian penting untuk mengurangi paparan selama pelaksanaan tugas, sedangkan ketersediaan oksigen dapat mendukung kebutuhan penanganan kesehatan di lapangan. TNI AU berharap bantuan tersebut dapat membantu menjaga keselamatan personel selama menjalankan operasi. Evaluasi kebutuhan terus dilakukan agar distribusi berikutnya dapat diarahkan ke wilayah yang paling membutuhkan.
Komandan Lanud Halim Perdanakusuma Marsma TNI Ali Gusman menegaskan kesiapan satuannya mendukung setiap upaya penanganan karhutla. Menurutnya, bantuan APD, masker, dan tabung oksigen diharapkan memberikan perlindungan bagi personel sekaligus membantu masyarakat yang terdampak. Lanud Halim Perdanakusuma memiliki posisi penting dalam proses tersebut karena menjadi salah satu titik keberangkatan dukungan udara menuju wilayah bencana. Kemampuan pesawat angkut TNI AU memungkinkan logistik dengan bobot dan volume cukup besar dikirim dalam waktu relatif singkat. Hal tersebut menjadi penting ketika jalur darat membutuhkan waktu lebih panjang untuk menjangkau daerah yang jauh dari pusat distribusi. Dukungan udara juga dapat terus disesuaikan apabila terdapat permintaan tambahan dari unsur penanganan di daerah.
Sebagian dukungan untuk penanganan karhutla juga telah tiba di Kalimantan Selatan melalui Lanud Sjamsudin Noor, Banjarbaru. Pesawat Hercules TNI AU A-1328 mengangkut 500 koli APD dari Kementerian Pertahanan serta dua koli masker dari Pusat Kesehatan TNI AU. Setelah tiba di apron Lanud Sjamsudin Noor, seluruh bantuan diterima dan dipersiapkan untuk didistribusikan kepada personel yang terlibat dalam operasi penanganan kebakaran. Bantuan tersebut menjadi tambahan penting bagi petugas yang harus berhadapan langsung dengan asap dan suhu tinggi di lokasi kebakaran. Lanud Sjamsudin Noor juga menjalankan fungsi pendukung untuk memastikan penerimaan serta pergerakan logistik menuju lokasi kebutuhan dapat berlangsung lancar. Keberadaan fasilitas udara tersebut membantu mempercepat rantai distribusi dari pemerintah pusat menuju tim yang bertugas di lapangan.
Komandan Lanud Sjamsudin Noor Kolonel Pnb Hilman L.P. Ambarita menekankan keselamatan personel harus menjadi prioritas dalam setiap operasi penanganan karhutla. Petugas pemadam menghadapi tantangan yang tidak hanya berasal dari api, tetapi juga asap tebal, suhu tinggi, lahan gambut, serta medan yang sulit dilalui. Kondisi tersebut dapat meningkatkan kelelahan dan risiko gangguan kesehatan apabila operasi berlangsung dalam waktu panjang. Karena itu, ketersediaan APD dan masker perlu dipastikan tetap mencukupi selama petugas berada di lapangan. Dukungan logistik yang berkelanjutan juga memungkinkan pergantian perlengkapan dilakukan ketika peralatan yang digunakan sudah tidak layak. Perlindungan personel menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari keberhasilan operasi pemadaman secara keseluruhan.
Penanganan kebakaran di lahan gambut memiliki tantangan tersendiri karena api dapat menjalar di bawah permukaan dan kembali muncul setelah bagian atas terlihat padam. Petugas harus melakukan pembasahan secara menyeluruh untuk memastikan sumber panas benar-benar dapat dikendalikan. Proses tersebut dapat membutuhkan waktu panjang serta mengharuskan personel berada dekat dengan kawasan berasap. Masker dan perlengkapan pelindung karena itu mempunyai peran penting dalam mendukung keselamatan selama operasi. Tabung oksigen yang dikirim juga menambah kesiapan dukungan kesehatan ketika dibutuhkan dalam penanganan kondisi darurat. Selain perlengkapan individu, keberhasilan operasi tetap membutuhkan pasokan air, peralatan pemadaman, transportasi, komunikasi, dan dukungan personel yang mencukupi.
TNI AU juga mempunyai peran penting dalam mendukung mobilitas logistik karena sejumlah lokasi karhutla berada jauh dari pusat distribusi. Pesawat angkut dapat memperpendek waktu pengiriman perlengkapan dibandingkan apabila seluruh bantuan harus dipindahkan melalui jalur darat. Kemampuan tersebut menjadi semakin penting ketika kebutuhan di lapangan berubah dengan cepat akibat munculnya titik api baru. Lanud di daerah dapat berfungsi sebagai pusat penerimaan sementara sebelum bantuan diteruskan kepada tim gabungan sesuai prioritas kebutuhan. Koordinasi dilakukan bersama pemerintah, TNI, Polri, BNPB, BPBD, serta unsur lainnya yang terlibat dalam pengendalian karhutla. Dengan pembagian tugas yang jelas, bantuan diharapkan tidak hanya cepat tiba di daerah, tetapi juga dapat segera digunakan oleh personel yang membutuhkan.
Dukungan kesehatan bagi petugas menjadi salah satu unsur penting karena operasi karhutla dapat berlangsung selama berhari-hari bahkan lebih lama apabila kondisi cuaca tidak mendukung pemadaman. Paparan asap dalam waktu panjang dapat menyebabkan iritasi mata dan saluran pernapasan serta mengurangi kemampuan personel menjalankan tugas apabila perlindungan tidak memadai. Selain menggunakan APD, pengaturan waktu kerja dan istirahat juga dibutuhkan untuk menjaga kondisi fisik petugas. Ketersediaan air minum, makanan, layanan kesehatan, dan perlengkapan pertolongan pertama menjadi bagian dari dukungan yang perlu dipertahankan. Pemeriksaan kondisi personel secara berkala dapat membantu mendeteksi keluhan kesehatan lebih cepat sebelum berkembang menjadi lebih berat. Pendekatan tersebut membuat penanganan karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman api, tetapi juga pada keselamatan orang yang menjalankan operasi.
TNI AU memastikan dukungan transportasi udara dan distribusi perlengkapan akan terus disesuaikan dengan perkembangan penanganan karhutla di Kalimantan. Pengiriman APD, masker, serta tabung oksigen menjadi bagian dari upaya menjaga kesiapan personel yang bekerja langsung menghadapi kebakaran dan asap. Koordinasi lintas instansi akan terus diperkuat agar kebutuhan yang mendesak dapat diketahui dan dipenuhi secepat mungkin. Lanud Halim Perdanakusuma dan pangkalan udara di daerah memiliki peran penting dalam menjaga rantai distribusi bantuan tetap berjalan. Pemerintah dan tim gabungan juga terus berupaya mengendalikan titik api sekaligus mencegah kebakaran meluas ke wilayah lain. Dengan dukungan logistik yang memadai dan perlindungan personel yang menjadi prioritas, operasi penanganan karhutla diharapkan dapat berlangsung lebih aman dan efektif.





